aku tidak pernah bilang kalau aku penyabar, bukan?
karna, rasanya saat ini aku ingin menagih segala ucapan-ucapan itu
aku tidak pernah bilang kalau aku ini baik hati, bukan?
karna, rasanya aku memendam dendam atas segala pesakitan itu
aku juga tidak pernah berkata kan kalau aku ini gampang mengalah ?
karna, aku tau ego-ku telah memuncak
bagaimana kalau disudahi saja ?
oh..aku mengerti. aku orangnya ringkih ya ?
sehingga menunjukkan kejujuran itu sungguh sulit. iya bukan ?
jawab saja.
aku masih percaya
jawab sebelum kepedihan ini membuncah ke permukaan.
karna dampaknya akan sangat buruk.
bagi siapapun.
percayalah
Senin, 31 Oktober 2011
4 mei 2011
aku tidak akan menamai apa raut mukaku yang baru ini
yang semakin tidak semangat melihat birunya langit
aku bahkan kalau mengatakan diriku sedang sedih
karna aku masih sanggup untuk tertawa seperti biasa
tapi aku tidak juga gembira
karna terkadang aku terlalu tenggelam dalam pikiranku sendiri
aku tidak mengerti jalan pikiranku bagaimana
yang semakin rumit untuk aku gambarkan dan deskripsikan
aku bahkan semakin malas untuk membentuk hipotesa
karna hipotesa yang ada sudah cukup membuatku terpukul berdebam dan jatuh terluka
aku ingin melihat bentuk perasaanku yang baru ini
bagaimana bentuk dan rupanya
apakah buruk ?
atau baik ?
biar waktu yang akan menampakkannya padaku
ya kan waktu ?
yang semakin tidak semangat melihat birunya langit
aku bahkan kalau mengatakan diriku sedang sedih
karna aku masih sanggup untuk tertawa seperti biasa
tapi aku tidak juga gembira
karna terkadang aku terlalu tenggelam dalam pikiranku sendiri
aku tidak mengerti jalan pikiranku bagaimana
yang semakin rumit untuk aku gambarkan dan deskripsikan
aku bahkan semakin malas untuk membentuk hipotesa
karna hipotesa yang ada sudah cukup membuatku terpukul berdebam dan jatuh terluka
aku ingin melihat bentuk perasaanku yang baru ini
bagaimana bentuk dan rupanya
apakah buruk ?
atau baik ?
biar waktu yang akan menampakkannya padaku
ya kan waktu ?
3 mei 2011
malam yang kelam,
mungkin aku akan biasa-biasa saja kalau perasaanku tidak secampur aduk malam ini
terkadang, aku tau menangis bisa sedikit melegakan
namun justru itulah hal tersulit yang kucobe lakukan
tapi belum berhasil..
ahh..
aku tidak mengerti ada apa dengan pikiranku belakangan ini,
sungguh sulit untuk tetap berpikiran positif
apalagi kenyataannya berbanding 180 derajat..
bukan maksudku untuk mengeluh, kawan
tapi entah mengapa aku merasakan sakit yang aku sendiri tidak tau apa penyebabnya
sering pusing dan tidak jelas.
ya sudahlah,
semoga semua ini cepat berlalu,
jika kau di sana, adakah kau mendengarku, kawan ?
mungkin aku akan biasa-biasa saja kalau perasaanku tidak secampur aduk malam ini
terkadang, aku tau menangis bisa sedikit melegakan
namun justru itulah hal tersulit yang kucobe lakukan
tapi belum berhasil..
ahh..
aku tidak mengerti ada apa dengan pikiranku belakangan ini,
sungguh sulit untuk tetap berpikiran positif
apalagi kenyataannya berbanding 180 derajat..
bukan maksudku untuk mengeluh, kawan
tapi entah mengapa aku merasakan sakit yang aku sendiri tidak tau apa penyebabnya
sering pusing dan tidak jelas.
ya sudahlah,
semoga semua ini cepat berlalu,
jika kau di sana, adakah kau mendengarku, kawan ?
11 april 2011
mau sok serius bicara tentang realita.
kalo artinya bisa dicari di kamus masing-masing.
lanjut,ini tentang keterkejutanku saat ngobrol tentang realita dengan temanku,dan total aku merasa kuper bin culun.karna pada kenyataannya yang aku tau dan aku liat selama ini hanyalah segelumit dari wajah dunia,nd usah dunia deh,indonesia aja -karna saya tinggal di indonesia-.ini memang tragis,menyadari bahwa yang aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri,selama ini hanyalah seperseratus dari semua realita yang ada.ibarat perbandingan nih,kalo aku gambar lingkaran dengan jari-jari 10 cm,dan didalamnya aku gambar lagi lingkaran dengan diameter 1 cm,ya seperti itulah aku.aku lingkaran kecilnya dan dunia ini lingkaran besarnya.yang aku tau tentang realita kehidupan selama ini,sedikit.jadi nd salah saat aku pindah dari kota kecil ke kota yang lebih besar,bisa setiap hari aku takjub sendiri.kadang nd percaya kadang juga shock.dan rasanya akan sangat berbeda sekali saat melihat realita yang melalui media dengan mata kepala sendiri.itulah kenapa musti pinter-pinter njaga diri karna aku blum tau semua sisi-sisi kehidupan.
so,menurutku,jangan sombong dengan realita yang udah berhasil terungkap oleh mata kepala sendiri.banyak hal-hal di luar sana yang belum pasti.jadi,pembekalan diri itu perlu,supaya tidak terjerumus ke macam-macam wajah realita yang ada.jangan lupa selalu mendekatkan diri pada Allah.
-ditunggu kritik dan saran-
kalo artinya bisa dicari di kamus masing-masing.
lanjut,ini tentang keterkejutanku saat ngobrol tentang realita dengan temanku,dan total aku merasa kuper bin culun.karna pada kenyataannya yang aku tau dan aku liat selama ini hanyalah segelumit dari wajah dunia,nd usah dunia deh,indonesia aja -karna saya tinggal di indonesia-.ini memang tragis,menyadari bahwa yang aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri,selama ini hanyalah seperseratus dari semua realita yang ada.ibarat perbandingan nih,kalo aku gambar lingkaran dengan jari-jari 10 cm,dan didalamnya aku gambar lagi lingkaran dengan diameter 1 cm,ya seperti itulah aku.aku lingkaran kecilnya dan dunia ini lingkaran besarnya.yang aku tau tentang realita kehidupan selama ini,sedikit.jadi nd salah saat aku pindah dari kota kecil ke kota yang lebih besar,bisa setiap hari aku takjub sendiri.kadang nd percaya kadang juga shock.dan rasanya akan sangat berbeda sekali saat melihat realita yang melalui media dengan mata kepala sendiri.itulah kenapa musti pinter-pinter njaga diri karna aku blum tau semua sisi-sisi kehidupan.
so,menurutku,jangan sombong dengan realita yang udah berhasil terungkap oleh mata kepala sendiri.banyak hal-hal di luar sana yang belum pasti.jadi,pembekalan diri itu perlu,supaya tidak terjerumus ke macam-macam wajah realita yang ada.jangan lupa selalu mendekatkan diri pada Allah.
-ditunggu kritik dan saran-
11 april 2011
saat aku melihat hujan tadi pagi,aku baru tersadar,sebenci apapun aku terhadap hujan,aku tetap membutuhkannya.dan itu sama dengan orang lain,suka nd suka,bagaimanapun dia,aku masih butuh dia,walaupun dalam intensitas yang sedikit sekali.istilah makhluk sosial sudah umum didengar tapi kalau makhluk individu,pasti jarang.kenapa?karna mau tidak mau,percaya nd percaya kita selalu butuh orang lain dalam hidup kita.coba aja hidup di planet luar angkasa.pasti akan terasa sepi,dan yang pasti kita tidak belajar untuk mengerti orang lain,karna yang kita tau hanya diri kita.diri sendiri.
tapi aku paham kalau tiap dari kita ingin punya ruang untuk diri sendiri,ya kan?
itulah kenapa mengertilah orang lain,maka orang lain akan mengerti tentangmu,jadi beri mereka ruang,dan mereka akan memberi ruang juga untukmu..
-itu saja.ditunggu saran dan kritiknya-
tapi aku paham kalau tiap dari kita ingin punya ruang untuk diri sendiri,ya kan?
itulah kenapa mengertilah orang lain,maka orang lain akan mengerti tentangmu,jadi beri mereka ruang,dan mereka akan memberi ruang juga untukmu..
-itu saja.ditunggu saran dan kritiknya-
10 april 2011
untuk meyakini bahwa kadang kita tidak dipercaya bahwa kita bisa berubah.tentu dari hal buruk menjadi hal yan baik.well,terkadang itu terjadi bukan hanya kita menilai perubahan pada diri orang lain namun terkadang itu terjadi pada diri kita sendiri.kita terlalu takut untuk berubah dengan alasan tersirat atas pandangan orang lain.menurut kacamataku -sekali lagi kacamataku.boleh dikoreksi- , mulailah untuk percaya bahwa setiap orang punya porsi mereka masing-masing bahwa mereka boleh berubah,tentu saja ke sesuatu yang lebih baik.dengan begitu,kau akan memberi kesempatan bagi dirimu sendiri bahwa kau boleh berubah -ke arah yang lebih baik-.mungkin kau akan berkata bahwa aku hanya banyak omong,ini semua terserah kau mau percaya atau tidak.aku hanya ingin share apa yang kupikirkan.akan lebih menyenangkan jika kau mau menambahkan atau mengkritik tulisan ini.itu akan sangat kutunggu.terimakasi sudah membaca..
10 april 2011
ketika kamu merasa jauh terhadap keluargamu,temanmu,sahabatmu maka ada hal mudah yang bisa kau lakukan untuk mengatasinya.lihatlah langit.ya,pandangi langit dan kau akan tau bahwa mereka sesungguhnya dekat.mereka masih melihat langit yang sama denganmu.ya,mereka menatap langit yang sama dengan,bernapas dengan substansi yang sama denganmu dan memijak pada tanah yang sama denganmu,maka sebenarnya,mereka berada dekat denganmu.
Langganan:
Postingan (Atom)