Tampilkan postingan dengan label poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poems. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2015

do you ever think of me in 2 a.m?

dear you.
in late night, i still thinking of you.
it seems my brain keep shouting your name, over and over.
thinking, how we used to be.
thinking, are you thinking about me too?
thinking, what am i supposed to do with you.
you know, sometimes, i wanna stop doing everything but talking with you.
but it's impossible.
and you know, i ever thought about how happy to see your face in every morning.
how happy if you become the first face that i see every morning.
how you become my mood booster.
but it's just me thinking.
home.
is become my favorite place.
i can hear your voice clearly.
i can feel your warmth from far away.
home early.
it's become my habit.
can't wait to tell you i'm home, so i can have a chat with you.
but, again. these just my expectation.
sometimes. it's become my life drama.
when you pushed me away.
i just smile, and smile, over and over again.till i can't hold my tears anymore.
thinking that everything will be okay.
again, it's me, thinking of you.
every single time, you mentioned her.
i have nothing but jealousy.
i have nothing to say.
always make me speechless.
i'm hiding it. alone.
cry, because i can't do anything about it.
cry, because maybe you quietly tell me to give up.
am i not make you happy?
don't  you see me, here?
what am i to you?
am i suppose to leave?
am i suppose to disappear?
are you okay without knowing where i am?
it's getting harder to stay.
but i don't wanna say goodbye.
it's hard to pretend that i'll be okay without you.
pretend that you mean nothing to me.
pretend that tears never stream down my face.
those complicated things. make me thinking of you in 2 a.m
do you ever think of me in 2 a.m ?

Sabtu, 27 Juni 2015

apakah boleh?

mata itu, secara ajaib menghipnotis.
membuatku merasa akulah yang terpancar disana.
tapi aku bukan putri cantik dengan gaun mewah.
mana mungkin aku berada pada dua manik mata indah itu.
terpana.
seperti aku yang tidak bisa berkata apa-apa saat iris itu menatap tajam.
rasanya seperti seluruh pembuluh darah mengumpul di jantungku sehingga aku menjadi pening.
deskripsimu terlalu indah untuk dijabarkan.
karena aku enggan membagi indahmu pada yang lain.
egois memang.
tapi kedua manik mata itu, aku ingin sekali memilikinya.
ditambah pemilik hatinya.
boleh?

Jumat, 26 Juni 2015

don't you see it?

Apa kamu tidak lihat bagaimana ia memandangmu?
Bagaimana binar kedua matanya saat bertemu dengamu?
Apa kamu tidak memperhatikan seperti apa senyumnya saat didekatmu?
Tidakkah kamu sadar kalau itu senyum termanisnya?
Apa kamu tau mengapa ia menanyakan banyak hal soal perasaan kepadamu?
Sadarkah kamu ia sedang menimbang suatu keputusan?
Ia bisa merasa kamu tidak membutuhkannya lagi
Ia bisa merasa ia tidak berarti apa-apa buatmu
Ia bisa merasa ia tidak ada pun, kamu akan baik-baik saja
Jadi, hati-hati lah menjawab.
Apa kamu tidak menyesal kalau dia benar-benar menghilang dari duniamu?
Tidak bersisa sedikitpun, bahkan untuk aroma tubuhnya.
Apa memang seperti itu adanya?
Sebenarnya, bagaimana kalau benar-benar terjadi, kamu akan bagaimana?
Perasaannya, tidak sedangkal yang kamu kira.
Dan bagaimana ia banyak menyimpan pikirannya sendiri tanpa kamu atau orang lain tau, tidak gampang.
Karena, satu dua pikiran itu adalah pikiran untuk menyerah dan meninggalkanmu.
Taukah kamu sekeras apa ia menangis jika pikiran itu mengambil alih?
Dan taukah kamu akan seperti apa jika kamu terlihat mendukung pikiran itu?
Ia akan merasa, sendiri.
Dan ia akan pergi.
Hilang.
Seperti yang kamu inginkan.
Larang, jika kamu memang ingin.
Bukan persoalan kamu bukan siapa-siapa, tapi buat dia, kamulah yang menentukan kepergiannya dari hidupmu.
Tahan kalau memang kamu tidak yakin apakah kamu akan baik-baik saja tanpa dia.
Ia lebih senang untuk bertahan bersama kamu, daripada bertahan tanpa dukungan kamu.
Ia diam, menyimpan semuanya.
Kamu, tanyakanlah ke dia.

Senin, 09 Maret 2015

i keep it for my self

ternyata, menjadi seorang yang terbuka memang tidak cocok untukku.
setiap aku membuka diriku, ada sesuatu yang diambil oleh orang lain.
ia bawa dan bisa ia hancurkan.
mungkin aku harus kembali seperti dulu.
hanya anak biasa yang lebih banyak diam, memendam apa yang kurasakan sendiri.
biar bantal yang menjadi teman saat air mata mengalir.
dan biar dinding yang menjadi pendengar saat hati tersayat.
karena aku lelah kehilangan.
aku lelah ditinggalkan.
aku lelah diabaikan.
aku lelah merasa terus-terusan bersalah.
biar saja aku memendam semua kepedihanku sendiri, biar saja orang hanya melihat aku yang baik-baik saja.
mungkin, sendiri memang kata yang cocok untukku.
karena di mana ada aku, disitu ada luka yang kuberikan.
mungkin lebih baik aku tidak banyak berbicara, tidak banyak berucap dan banyak mendengarkan saja.
semoga nanti suatu saat, ada yang bisa menerima keterbukaanku tanpa harus membuatku merasa bersalah telah terbuka padanya.
semoga itu kamu.

Rabu, 25 Februari 2015

tentang kamu

well, sudah lama aku ngga menyentuh blog ini
malam ini aku putuskan untuk menulis kembali
tulisan ini ditujukan untuk kamu, semoga kamu baca.

untuk kamu, yang namanya yang namanya selalu aku tunggu muncul di gadgetku tiap pagi dan malam.
kamu tau, saat aku lihat namamu, aku bisa langsung tersenyum.
bahkan kalau kamu cuma bilang : selamat pagi liv.
tapi ada saat-saat dimana aku ingin kembali dibalik selimut dan berharap ketika bangun, namamu sudah ada disana.
saat-saat dimana morning greetings-ku tidak lagi kamu hiraukan.

untuk kamu, yang selalu aku rindukan suaranya.
suaramu menenangkan. aku pernah bilang itukan ?
it's true. aku ngga bohong.
kamu mau ajak aku ngobrol seharianpun aku betah.
tapi ada saat-saat dimana suaramu membuatku sangat ingin hadir disana saat itu juga.
saat-saat dimana kamu hanya menjawab sepatah dua patah kata.

untuk kamu, yang menggenggam tanganku erat.
tanganmu hangat, dan gandengan sama kamu adalah hal menyenangkan yang pernah kulakukan.
kalau bisa kugandeng terus, aku ingin menggandengnya terus.
menggenggam erat sampai kamu tau kalau aku ngga pernah rela melepasnya.
memonopolinya sendiri sampai kamu tau kalau aku ngga bisa merelakan tangan itu digenggam wanita lain (selain keluargamu tentunya).

untuk kamu, yang selalu peduli padaku.
waktu kamu khawatir, aku merasa bersalah membuatmu khawatir.
aku melakukan apapun supaya kamu tau, aku sebenarnya ngga mau bikin kamu khawatir.
karena dengar kamu khawatir bikin aku pingin berdiri dihadapanmu dan bilang,"aku baik-baik aja selama ada kamu."

untuk kamu, yang kuhabiskan waktuku.
kalau aku punya 24 jam penuh untuk kamu, aku akan sediakan.
tapi terkadang, ada hal lain yang bikin aku harus beranjak sebentar dari kamu.
dan aku merindukan saat-saat kamu nyariin aku.
kamu bilang : kamu dimana? aku nyariin.
dan saat itu aku tau, aku ngga rugi buat spend time sama kamu.

untuk kamu, yang bilang kepadaku bahwa aku ngga sendirian menghadapi semuanya.
aku tau aku ngga sendirian, ada kamu.
orang yang masih mau bertahan menghadapi kelakuanku.
semoga nanti-nanti kamu tetap akan mengatakan "kamu ngga sendirian" sambil menggenggam tanganku.

untuk kamu, ngga ada habisnya aku menuliskan semua yang aku rasakan tentang kamu.
maafkan aku kalau kamu sering mendengar aku menangis.
tapi aku menangis bukan karena kehadiranmu, tapi karena keabsenanmu.
ada kata bijak yang bilang : semakin sering kamu menangis karena orang itu, makan semakin berarti orang itu buat kamu.
tapi kalau kamu ngga suka mendengar aku menangis, aku akan menguranginya.
aku tau kamu suka mendengar tawaku.

untuk kamu, yang bilang aku tidak peka.
kamu tau, aku sadar kok.
aku tidak perlu bilang bukan ?
dari sikap kamu, dari cara menatapmu, aku tau kok.
tapi, kalau lisan itu tidak terucap, terkadang aku ngga yakin dengan indera kepekaanku sendiri.

untuk kamu, yang akan menemaniku.
aku harap kata menemani itu tidak terhenti dengan hanya hitungan tahun.
aku betah berlama-lama dengan kamu.
sepertinya, bersama-sama bertambah usia bukan ide yang buruk, bukan?

untuk kamu, yang aku rindukan.
aku rindu saat kamu memanggilku dengan panggilan khusus.
membuatku merasa spesial.
tapi kamu memanggilku 'liv' saja, aku juga senang.
aku rindu saat kamu membangunkanku pagi-pagi.
aku rindu kita ngobrol panjang lebar sampai kita berdua ngantuk dan berhenti karena hari sudah berganti.
aku rindu semua tentang kamu.

aku tidak tau apa yang terjadi besok-besok.
tapi, hari demi hari aku merasakan perasaan ini sudah tidak bisa aku pendam atau aku sangkal.
aku tidak tau apakah akhirnya aku sama kamu atau tidak.
tapi, semoga doa-doa itu dikabulkan oleh Allah.
yang aku tau sekarang, aku punya perasaan ini.
aku sayang kamu.

Senin, 26 Mei 2014

Aku suka kamu seperti..

Aku suka kamu seperti aku suka sambel kacang
Tidak tau bagaimana alasannya
Walaupun sambal kacang bisa bikin aku jerawatan dan menderita
Tapi tetap,aku suka kamu seperti sambel kacang
Aku suka kamu seperti aku suka kripik singkong
Walaupun makannya butuh usaha mengunyah yang banyak
Tapi tetap,aku suka kamu seperti kripik singkong
Aku suka kamu seperti aku suka teh kemasan
Walaupun ngga baik buat ginjalku
Tapi tetap,aku suka kamu seperti teh dalam kemasan
Aku suka kamu seperti aku suka makanan pedas
Walaupun bikin sakit perut
Tapi tetap,aku suka kamu seperti makanan pedas
Aku suka kamu seperti kamu adalah bagian dari apa yang aku lakukan sehari-hari
Aku suka kamu seperti kamu adalah makanan kesukaanku
Aku suka kamu sesederhana itu
Apakah kamu suka aku?
Apakah serumit itu menjelaskannya?

Jumat, 14 Maret 2014

di saat

di saat kamu pergi aku baru merasakan betapa merindukan hadirmu
di saat kamu menyerah aku baru merasakan betapa aku menutup mata atas perjuanganmu
di saat aku bukan siapa-siapa lagi untukmu aku merasakan bahwa aku menyia-nyiakan hadirku kemarin
di saat kamu beranjak meninggalkanku aku baru merasakan bahwa kamu berarti untukku
di saat kamu tidak lagi peduli aku baru merasakan betapa aku mengacuhkan rasa sayangmu kemarin
di saat aku sudah berada di luar hidupmu aku baru merasakan betapa inginnya aku masuk lagi ke kehidupanmu
semua itu kurasakan seketika,saat ini
saat kamu sudah hilang rasa untukku

Kamis, 28 Maret 2013

seperti gema


seperti menggema di ruang waktu
saat membentuk suatu konstelasi bintang di antara aurora
nada itu dibentuk
dari setiap do akan kuselipkan si
di setiap mi akan kuselipkan la
aku akan menggemakan nada-nada dalam ruangmu
seperti saat menunjuk planet venus pada senja
kamu adalah kiasan, untuk sebuah kata yang terngiang-ngiang sedari tadi
entah seperti apa, entah bernada apa
entah mungkin itu menunjukkan konstelasi yang mana
dan aku tetap memilih satu,
memilih satu konstelasi
memilih satu nada
untuk kugemakan ditelingamu

Senin, 18 Februari 2013

about you


berbicara tentang kamu,
kamu seperti embun yang baru saja jatuh dari ujung dedaunan di sunyinya pagi
kamu seperti sebuah hati berbentuk solid yang ditempel pada setiap toko pada perayaan hari kasih sayang
kamu seperti pena yang isinya setengah penuh
kamu seperti sehembus angin di panasnya siang
kamu seperti setelan jas yang tergantung rapih di lemari
kamu seperti percikan api di tengah gelapnya malam
kamu seperti apa yang kudeskripsikan
kamu itu sebuah kehadiran dalam relung hatiku

hope


di sisi gelapnya ujung hatiku
aku menorehkan sedikit namamu
mengukir indah dengan sisa-sisa memoriku
kamu yang berinisial sama denganku
menatap seperti karang membelah lautan
tersenyum bagai embun pagi menghias bumi
dan bertutur seperti warna dalam kanvas putih
kamu yang sedari tadi tak melepas pandangan darinya
betapa aku ingin menyentuh ujung bajumu untuk menegaskan kehadiranku
seperti sebuah patung di taman kota, aku hanya bisa diam dan memperhatikan
dan betapa aku ingin kau menyentuh ujung hatiku
dengan segenap rasa sayangmu,
dan betapa bodohnya aku tidak tau,
aku sedang berharap terhadapmu

Kamis, 13 Desember 2012

understanding

aku berada di dalam labirin
labirin pikiranmu
ada sejuta jalan dalam makna yang tidka pasti
ada sejuta kesalahan dibalik dinding arah
aku tidak tau,
jalan mana yang benar,
jalan mana yang salah,
dan kau bahkan enggan menuntunku
labirin ini menguras seluruh pikiranku
it's fine
ada seribu jalan utuk keluar
ada sejuta makna untuk dipecahkan
selama aku masih punya semangat, aku akan berjuang
bukan siapa-siapa kalau aku hanya pasrah dan menyerah
lantas, bagaimana aku pulang ?
bagaimana aku bisa keluar dari labirin ini?
aku akan menunggu petunjuk darimu,
aku akan mengerti jika kau punya seribu jalan yang akan kau tunjukkan padaku
aku masih punya pikiran positif ini

Senin, 10 Desember 2012

untukmu


untukmu
aku kehabisan kata-kata untuk mengucap kata kasih padamu,
karna sungguh, sosokmu terlalu merasuk pada setiap membran pada kulitku
darimu aku belajar bahwa bahagia itu sederhana,
sesederhana saat kamu menganggapku bagian terpentig dalam hidupmu
mengangkatku menjadi fajar pagi yang membangunkanmu
melantunkan banyak lagu indah penyanjung jiwa,
dan itu kamu,
yang membawa kebahagiaan dalam setiap perhatianmu
dalam setiap kata-kata mu
mencintaimu adalah hal sederhana
sesederhana saat aku mencarimu di setiap kesempatan
seperti obrolan tengah malam yang tak terarah
kamu, adalah agen bahagiaku
kamu adalah pengganggu hatiku
mengganggu dengan cara romantis,
mengganggu dengan cara menyenangkan,
dan apakah aku bagimu, wahai pemilik hatiku ?
untukmu
aku masih tertatih memahami
setiap bulir kata yang tak kumengerti
dan aku terkadang tak paham
setiap ekspresi tergurat dalam setiap percakapan
bukan aku yang engkau dapati terlihat baik-baik saja
ini hanyalah aku yang belajar mencintaimu
dari jauh, dari tempatku berdiri
melalui jari dan suaraku kusampaikan pesan hatiku padamu
berharap tidak salah alamat,
berharap tersampaikan,
berharap mendapat ekspresi yang kulihat saat engkau tersenyum
untukmu
yang tak bisa kugenggam tangannya,
yang hanya mampu kuraih dengan ucap,
terimakasih atas sedikit hati yang kau berikan untukku,
aku akan tetap disini, memperhatikanmu :)

Sabtu, 13 Oktober 2012

pulih

aku bukan seorang pecandu narkoba
aku juga bukan seorang pasien
hanya saja, aku adalah pasien patah hati
yang masih mengumpat terhadap kenyataan
yang masih berkutat dengan permainan perasaan
aku adalah agen senior segala pesakitan
dan tersangkanya adalah dia
dengan wajah polos dan senyum manisnya
dia mampu membunuhku dengan sebuah kata
ya, aku harus pulih dengan segera
agar laporan kehidupanku ini akan tetap berlanjut dengan nama baru
dengan tersangka baru
yang pastinya bukan kamu,
dan saat aku pulih nanti,
kumau tidak ada namamu
anesia dengan wajahmu
dan dengan polos aku akan mengatakan,
"siapa kamu ?"
dan di saat aku pulih
aku ingin tidak ada obat dalam rawat jalanku
tidak ada lagi observasi atau maca percobaan
dan aku yakin aku akan pulih
seperti matahari yang muncul setelah hujan
aku akan pulih

Kamis, 21 Juni 2012

mungkin itu kenapa harus dia

aku tidak pernah melihat secara jelas warna irisnya
yang kutahu pandangannya cukup membuatku menaruh perhatian padanya
ia bukan pangeran tampan dari buku dongeng
dia juga bukan pewaris tahta sebuah kerajaan
tapi dia kaya perkataan
kata-kata selingan yang sebenarnya patut diperhitungkan
mereka bilang ia tidak seperti apa yang terlihat
bagiku memang iya
karna ia jauh memiliki karakter yang lebih luas dari yang dibayangkan
ia mampu menjadi sesuatu yang tidak akan disangka
aku mampu menebak tentangnya, terkadang
namun ia masih tertatih memahami diriku, atau bahkan kadang menyerah
ah tidak apa-apa
mengingat ia masih mau mendengarkanku, itu membuatku berterima kasih
dia yang menyoreng hampir sepertiga topengku
dia yang membuat mataku mencari namanya
karna dia adalah dia
mungkin itu kenapa harus dia
yang menyeling di beberapa girus di otakku

bahkan

matahari tak pernah menuntut kenapa ia harus terbit di sebelah timur
meskipun hal itu biasa
namun baginya, terbit di timur itu suatu hal yang spesial
hujan tak pernah mengumpat kenapa ia harus bersanding dengan mendung
hal itu bukan apa-apa
namun tanpa mendung, ia tampak tak menyenangkan
tidak ada hal yang sia-sia
namun jika begitu,
mengapa ada perasaan kecewa ?
seperti kekecewaan ilalang yang kehadirannya tidak diinginkan bagi sebagian orang
seperti kekecewaan angin pada lautan yang tidak pernah mendengarkannya
tidak penting
namun ada kalanya rasa itu muncul
hanya saja,
tersenyumlah
maka kau akan mengerti
bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia ini

Senin, 18 Juni 2012

untukmu

untukmu,
yang belum tau bagaimana aku memahamimu dari berbagai sudut pandang
yang belum mengerti di setiap kata yang kusampaikan selalu ada makna yang tersirat
yang belum memahami karakteristik kehidupanku dan jalan apa yang kutempuh
yang selalu bisa membuatku menampilkan segala rupa wajahku
untukmu,
di sana yang masih melewati peliknya senja
di sana yang teriris melihat indahnya hujan
di sana yang menatap pada embun yang mulai jatuh di ujung bingkai jendela
di sisi berbeda di saat aku menampakkan diri
untukmu,
dari pusat otakku kusampaikan pesan singkat melalui semua tautan saraf
dan hanya dirimu yang mampu membuatku merangkai bingkai kata rapuh ini
mengertilah,
ini untukmu yang belum melihatku secara penuh
you don't know all about me, yet.

Kamis, 24 Mei 2012

karena itu, mereka

iris mereka sungguh tak sama dengan milikku
cara mereka memandang dunia juga tidak akan sama dengan caraku
namun mereka membaginya
membagi segala sudut pandang kepadaku
dari mereka aku punya banyak mata
aku memiliki iris yang berbeda
dan di saat senyuman itu berubah menjadi duka
memang benar aku bukan orang yang tepat untuk didatangi
namun bagi mereka tidak
bagi mereka, pendengaranku cukup baik untuk setiap bulir air mata mereka
dan bagiku, cercaan mereka lebih dari cukup untuk menghapus kesedihanku
mereka yang menerimaku dengan segala kenaifanku
mereka yang punya pikiran berbeda di setiap tindakanku
mereka yang tidak punya jam malam
dan selalu terlalu pagi untuk tersadar lagi
mereka yang tau bahwa aku tidak sebaik kelihatannya
dan hanya mereka yang menerima aku apa adanya
mereka, sahabatku...


(dedicated specially to : GG)

Rabu, 23 Mei 2012

i'm still learning


untuk dirimu yang belum mengerti arti kata-kataku
kau tau ?
aku bukanlah artis bintang film yang pandai bersilat lidah
tapi karna kau meminta, aku akan belajar
namun aku harap kau mau mengerti dan menunggu
kau tau ?
aku bukan penyanyi dengan suara merdu yang mampu merangkai kata
namun karna kau meminta, aku akan belajar
dan sekali lagi aku harap kau mau mengerti dan menunggu
aku tidak bisa seperti mereka,
yang mudah mengucap kata sayang
yang mudah mengungkap rasa cinta
aku punya cara sendiri dengan bentuk yang unik
hanya saja sepertinya kau tidak memahami itu
aku hanya ingin kau tau bahwa ada ketulusan dalam setiap tindakanku
dan ada usaha di setiap kata-kataku
yang kuminta hanya kau mampu mengerti
tapi sepertinya pesan itu tak tersampaikan dengan jelas pada otakmu
biarkan pasir menyisakan bulir air laut di pesisirnya
dan biarkan embun membiaskan bulir airnya
karna mereka punya cara masing-masing
and perhaps, i have my own way too..

Sabtu, 12 Mei 2012

padahal aku baru saja mulai

tertulis kepada kamu yang mulai muncul pada tiap pagiku dan menghilang sejenak untuk akhir malamku,
well, sebenarnya tulisan ini ngga penting sih
ngga berisi kritik atau saran yang bisa membangun
ini cuma tulisan anak labil yang baru aja patah hati dan dalam patah hati itu patah hati lagi
jadi, rasanya ya double attack gitu deh..
hei, kau tau tidak ?
aku mulai terbiasa dengan segala sapaanmu untukku
padahal itu sapaan biasa saja sih, tapi bagiku itu menjadi lebih asik
aku mulai nyaman, untuk sharing bercerita banyak
padahal aku tau, bahwa tidka akan selamanya seperti ini
karna "dunia"-mu berbeda terlalu jauh dengan milikku
dan itu memang terbukti,
lihat kan,
kau seperti menghilang di balik batu dasar samudra
apakah ada yang salah ?
aku memang acuh sih dengan kehidupan relationship,
namun tahukah, aku baru saja mulai
aku baru saja mulai untuk belajar menyukai peringaimu
kata seorang temanku, cobalah untuk mencintainya
dan aku kini semakin mengumpat karena telah mencobanya
dan gagal total
kalau ada remedialnya, mungkin aku tidak akan ikut
kau tidak akan tau bagaimana rasanya
ini seperti, kau tidak lulus ujian yang menentukan masa depanmu
dan ternyata gagal,
jatuh dan sakit
bodoh sekali ya aku,
seharusnya aku bahkan tidak usah memulai
seharusnya aku tidak usah mencoba

tertanda untukmu yang tidak peka terhadap gerak-gerikku

Rabu, 09 Mei 2012

dan saat matahari tiba esok

yang salah itu bukan kamu.
juga bukan aku.
yang salah itu perasaan yang muncul.
itu juga bukan karna ada kamu
atau aku.
semua itu karna ada waktu
dan tempat
dan situasi
yang tentunya mendukung.
tapi ada yang janggal,
bukan rambutmu, atau tawamu
juga bukan derap langkahmu di sore tadi saat kau menemaniku pulang
yang janggal adalah perasaanmu
dan aku tau,
bukan karna kau memberitahuku,
namun aku tau saat mata itu tidak pernah beralih untukku
dan mungkin tidak akan pernah
tidak apa-apa kok,
aku ada di sana saat kau sedang lelah berlari
aku akan tetap di sana saat kau sedang terbang bersama angin
dan akan tetap di sana seperti lampu lalu lintas
walaupun mungkin kau tidak tau,
bahwa ada yang pecah di dalam sini
sebuah gelas dengan ukiran huruf depan namamu
yang sudah terisi penuh dan ternyata jatuh pecah,
tapi jangan dipikirkan,
aku akan memungutnya satu persatu, walaupun kemungkinan tanganku akan luka terkena bagian tajamnya sangat besar
dan saat matahari terbit esok,
aku akan tetap menyunggingkan senyumku untukmu,
hanya sekedar iseng,
dan aku akan tetap menyemangatimu untuk mengejar matahari itu,
dan hingga matahari terbenam esok,
aku akan tetap di sana dengan lilin yang semakin redup di tanganku